Pesantren Kilat Ramadhan 27 – 28 September 2008

by

Kegiatan sanlat diikuti oleh anak-anak berusia 9 – 12 tahun berjumlah 33 anak terdiri atas 8 anak laki-laki dan 25 orang wanita. Kegiatan ini mendapat sambutan yang cukup antusias, karena selama ini belum pernah dilakukan kegiatan seperti ini. Kegiatan meliputi materi keagamaan dan pengetahuan umum yang dipadu dengan permainan edukatif serta out bond.

 

Siap belajar 

Siap belajar

 

 

Dalam kegiata san-lat singkat yang kami selenggarakan banyak pengalaman lucu dan menyenangkan terjadi. Pagi sebelum jam di bukanya san-lat, anak- anak sudah berdatangan menanyakan kapan di mulainya acara san-lat? Padahal sudah sering di beri tahu bahwa acara di mulai jam 3 sore. Ketika ditanya kenapa bertanya lagi? Jawab mereka “ takut ketinggalan atau terlambat ikut acaranya”. Alhamdulillah ternyata mereka  punya kemauan yang cukup untuk mengembangkan diri.

 

Kemudian ketika materi tauhid berlangsung mereka sangat antusias seperti bertemu suatu hal yang baru padahal kajian tauhid ini mungkin  sedikit banyak sudah mereka dapat di MI atau SD  hanya kemasannya saja yang berbeda dan seolah mereka baru belajar tentang agamanya.

 

Usai materi tahuhid, acara kami lanjutkan dengan game kuis yang isinya pertanyaan tentang  materi yang baru disampaikan dan alhamdulillah anak-anak juga sangat bersemangat berlomba meraih poin terbaik.

 

Menjelang berbuka kami isi dengan tadarus sebentar dengan cara baca satu anak dua ayat  yang lain menyimak secara bergantian.

 

Alhamdulillah tiba waktu berbuka kami pun berbuka bersama dengan takjil sederhana mengikuti sunnah rosul dilanjutkan dengan sholat maghrib di mesjid bagi anak laki-laki  dan di rumah masing-masing bagi anak perempuan. Sebelumnya kami informasikan kepada anak-anak untuk hadir kembali di waktu shalat isya yang akan dilakukan dengan berjamaah selanjutnya shalat tarawih dan witir. Dan agar mereka menyiapkan diri untuk acara renungan malam.

 

10 menit sebelum waktu shalat isya anak-anak sudah ramai berkumpul di tempat acara. Tadinya kami beri kelonggaran waktu sejak berbuka sampai waktu isya untuk acara malam karena itu shalat isya dan tarawih kami pishakan dari mesjid khusus peserta san-lat tapi ternyata semngat anak-anak luar biasa. Alahamdulillah.

 

Tadaruspun di buka sebelum mulai sholat isya kemudian dilanjutkan dengan tarawih dan witir lalu kuliah ramadhan mengulas materi tauhid tadi sore. Kemudian tim lapangan jurit malam mulai menyebar ke posisinya masing-masing. Sementara itu saya membimbing anak-anak untuk membaca doa bila merasa tidak nyaman dan hanya kepada Allah kita mohon perlindungan karena hanya Allah yang Maha Besar, semua makhluk adalh kecil dan di bawah kendali Allah SWT. Di bombing seperti itu mereka harap-harap cemas tentang jalan yang harus mereka lalui di jumpa rintangan (jurit) malam. “teh  elly kami jalannya perkelompok kan?” “ kalau sendirian ngak berani”. Memang jalannya perkelompok tapi jarak antara kelompok satu dengan yang lainnya sekitar lima menit. Tapi ternyata setelah satu kelompok diberangkatkan kelompok yang lain nampak tidak sabar menunggu segera diberangkatkan. Mungkin rasa penasaran mereka mengalahkan rasa tidak nyaman mereka malam itu.

 

Setelah semua kelompok berangkat saya langsung menuju lokasi berkumpulnya semua kelompok yaitu pos terakhir. Satu persatu mereka tiba, “Teh Elly gelap banget jalannya” “tapi baca doakan?”  “ Iya kami baca semua doa dan surat suratnya”. “ya bagus alhamdulillah”. “Sekarang kita mau ke mana lagi The Elly?”  sekarang siapkan slayer penutup matanya dan berbaris! Maka setelah semua kelompok tiba. Mata merek di tutup untuk menuju lokasi renungan malam sambil digiring seolah melalui rintangan kali kecil dan jalan naik turun. Alhamdulillah mereka patuh untuk tetap jujur menutu matanya sampai lokasi renungan malam.

 

Tiba di lokasi mereka tampak bertanya-tanya di mana mereka? Tapi kemudian suasana menjadi hening karena mereka tidak di minta untu bersuara kecuali ditanya.  Anak-anak kami ingatkan tentang seberapa besar bakti mereka terhadap orang tua, penghambaan terhadap Allah SWT sebagai Robbul aalamiin, dan kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa anak yang berani menjawab dari sekian pertanyaan renungan dengan jawaban berikut:  “Sisi osok maca sholawat ejeung mamah amun mamah pengajian ibu-ibu”. “Osok sholat” maghrib doing!,  “osok sholat lima waktu”. “Osok sholat lohor doang”.  “osok ngabantuan mamah bebenah”. “amun dititah ka warung daek”. Aduh begitulah bahasa sunda mereka….. dan kepolosan anak-anak yang berani menjawab walaupun mata mereka masih tertutup dan tidak tahu berada dimana. Ternyata tidak mudah mengajak mereka menangis merenungi perilakunya karena orang tua mereka penasaran dan sebangian ikut memantau acar malam jadi pas lagi heningnya acara terdengar suara obrolan orang tua, spontan saja Ersa yang penakut bilang:  “nenek di sini yah?” kami pun menahan tawa. Sedang asyiknya perenungan ada yang celoteh “Teh  Elly ikat matanya kekencengan”! “Teh Elly ikat matanya kekendoran!”. Yah begitulah sedikit gambaran acara malam. Tapi akhirnya mereka bisa khusyu  dalam doa bersama di akhir renungan. Setelah usai merek buka tutup matanya “oh ternyata di pojok sekolah”, parangsa di mana?”.

 

Esok waktu subuh kami berjamaah dilanjutkan dengan tadarus dan kuliah ramadhan tentang fiqih  dan game kuis kemudian seperti biasa tim lapangan segera meluncur menuju posnya masing-masing.  Usai materi anak-anak sudah tidak sabar untuk segera acara tadabbur alam. Maklum walaupun kmereka tinggal di dekat persawahan dan kali besar. Tapi lingkungan mereka tidak melihat tadabbur alam sebagai suatu yang penting dan menguntungkan jadi semangat anak- anak sangat luar biasa sekali pagi itu untuk pergi tadabbur alam. Satu persatu kelompok diberangkatkan sampai tiba di lokasi pos akhir berbagai trik dan game dilalap habis oleh anak-anak dengan keceriaannya. “Lelah? sudah lupa tuh! Acaranya mungkin asyik ya!”. Panitia saja terlihat berkeringat dan mengerahkan semua energi untuk mengimbangi energi anak-anak yang luar biasa.               

 

Jam 8 anak-anak istirahat, kumpul lagi di  tempat acara jam 10. 15 untuk sholat duha dan tadarus.  Kemudian kuliah ramadhan tentang sejarah islam  usai materi kami ngobrol ringan seputar acara. Mereka sangat antusias menjawab “mau” bila acara seperti ini diadakan lagi di bulan biasa. Kemudian kami sholat zuhur berjamaah dilanjutkan dengan kegiatan art membuat kartu lebaran untuk orang tua.  Awalnya saya berikan kebebasan dalam menulis untaian kata untuk orang tuanya, tapi mereka sama sekali tidak bisa dan minta contohnya. Setelah di beri contoh ternta apa yang mereka tulis hamper sama persis seperti contoh yang aya beri. Subhanallaoh ternyata mereka belu terbiasa mengungkapkan perssaan trehadap orang tua mereka sendiri.

 

Usai kreasi kartu lebaran anak-anak minta istirahat maka kami istirahatkan mereka sampai waktu sholat atsar. Usai sholat atsa berjamaah  langsung saja kami giring anak-anak menuju lokasi out bond sore. Ada yang berani ada yang manja  seperti penakut.  Tapi akhirnya semua mengikuti kegiatan out bond karena tantangan yang mereka hadapi pengalaman baru dan menyenangkan walau susah-susah gampang. Cuaca mendung mulai datang dia akhir waktu out bond tak lama kemudia hujan kecil mulai turun di susul hujan besar. Alhamdulillah semua permainan sudah terlewati mak segera saja kami himbau mereka untuk segera menuju tempat acara melalui jalan pintas yang teduh.  Sementara panitia lapangan membereskan bamboo dan media out bond di lokasi, saya dan anak-anak sudah berkumpul di tempat acara. Makan dan minuman untuk takjil pun disiapkan sebelum acar kami tutup kami isi dengan sholawat dan munajat yang sudah diajarkan sebelumnya. Kemudian kuis materi tauhid, fiqh dan sejarah islam. Luar biasa semangat mereka untuk meraih poin karena mungkin ada hadiahnya juga….,alhamdulillah semua peserta bisa mendapatkan hadiah maka acara pun kami tutup dengan membagikan takjil dan doa. Dan hujan pun reda mereka pulang dengan aman. Alhamdulillah . tapi ada yang bertanya “Teh nanti malam kumpul jam berapa?” loh kok belum nyimak tadi kalau acaranya sudah ditutup untuk kali ini he …he…. “Kirain sampai menjelang takbiiran”  katanya. Subhanalloh iyah semoga insyaallah kita bisa adakan lagi acara seperti ini lain waktu ya….. terima kasih anak-anak untuk keceriaan kalian mengikuti acara demi acara semoga sedikit ilmu ada yang bisa kalian amalkan dari san-lat bulan puasa ini. Amin.  

Kaitkata: ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.